Maklum Jika Penguasa Obral Janji dan Dusta

1 Apr 2014

Bagaimana saudara, apakah sampai dengan hari ini (1 April 2014) sampeyan masih nyaman dengan iklan politik di berbagai media tak terkecuali gambar-gambar, rountex dan sticker yang masih banyak nempel alah ora di pinggir jalan, tiang listrik, jembatan, dan bahkan dipagar depan rumah sampeyan ?

April MOP 2014

Mendekati masa tenang yang katanya stop orasi dan sosialisasi, sebagian par-tai politik sudah gerilya mempersiapkan bala kurawanya untuk mencopot atribut-atribut yang nempel di sarana umum, wabil khusus area 100 meter mendekati tempat pencoblosan. Ada contoh daerah saya, pun tak semua caleg dan partai telah sigap dengan peraturan yang ditentukan memasuki hari tenang kampanye, nyatanya masih ada mereka-mereka yang konsisten dan peduli dengan peraturan yang telah ditetapkan, untuk menghargai dan menyukseskan helatan akbar berjenama pesta demokrasi.

Obral janji, obral visi dan misi, bahkan kerap kita jumpai banyak caleg dan para pemburu kursi rela mengobral amunisi seperti bungkusan mie, bungkusan nasi, adapula yang ngobral berlembar-lembar uang puluhan hingga ratusan ribu rupiah.

Belum jadi apa-apa jama’ dimata warga tak ada satupun yang andhap ashor mikirke kesejahteraan, kesehatan lan pendidikannya. Kini..setelah masa perebutan kursi dan jabatan, tak terhitung para pemangku kepentingan ikut turun tangan dan sok ambil bagian, sembari membawa bekal “Saya peduli, saya mengerti, dan tak jarang dari mereka yang sampai hati ngiming-imingi : saya membawa bukti bukan hanya janji”

“Kepada seluruh rakyat, saya umumkan bahwa mulai hari ini saya lagi yang berkuasa. Kekayaan bangsa dan negara ini harus saya lindungi untuk sebesar-besarnya kepentingan saya dan keluarga saya. Anda sekalian tidak kebagian.Piye, penak jamanku tho ?” Tersebut diatas adalah penggalan monolog dari Butet Kartaredjasa, yang merupakan seniman teater Indonesia.

Mengingatkan kita sesaat pada pemerintahan lama yang disapa orde bau #eh Orde Baru, maklum saja jika nantinya setelah terpilih bangayak penguasa yang obral janji justru berdusta. Ya dimaklum saja, pemilihannya saja bulan april, dan masa kampanyenyapun berakhir di bulan april. Mungkin saja para caleg dan pemburu kursi jabatan nantinya akan bilang “Maaf sebelumnya jika saya sampai korupsi, kolusi, hingga melakukan gratifikasi,namanya juga April mop, jadi dimaklum saja.”

Nah, ada penggalan monolog sarat kritik politik dari Butet Kartaredjasa (52) berpadu dengan Candra Malik (36) dalam lagu berjudul Akulah Penguasa (Menang Pemilu). Tak berbayar, albumnya cukup apik jadi referensi dan bisa diunduh gratis di sini atau di sana. Seperti apa suara dan syairnya ? silahkan saja sampeyan simak soundcloud-nya berikut ini, sumonggo… :D


TAGS Pemilu 2014 Turun Tangan Bungkus Angan 2014


-

Author

Follow Me